Pahami BEP Bisnis Properti
Bayangin kamu bangun kos-kosan kecil di atas tanah warisan. Biaya bangun habis Rp500 juta—itu udah termasuk bangunan, listrik, air, dan sedikit perabot. Lalu kamu pasang tarif sewa Rp2 juta per kamar per bulan, dan kamu punya 10 kamar. Kedengarannya cuan banget, ya? Tapi… kapan sih kamu bener-bener balik modal? Nah, di sinilah pentingnya BEP, alias Break Even Point. BEP itu titik di mana seluruh biaya awal kamu—dari beli bahan bangunan sampai bayar tukang—akhirnya tertutup oleh pendapatan dari sewa.
Jadi belum untung, tapi juga nggak rugi lagi. Modal udah balik. Misalnya, dengan 10 kamar x Rp2 juta = Rp20 juta per bulan. Kalau biaya total kamu Rp500 juta, berarti kamu butuh sekitar 25 bulan alias 2 tahun lebih dikit buat mencapai BEP. Setelah itu, baru deh hasil sewa masuk ke kantong sebagai untung bersih (ya, tentu setelah dikurangi biaya operasional bulanan juga ya!).
Sayangnya, banyak orang asal bangun properti tanpa ngitung ini. Akhirnya, salah pasang harga, atau kelamaan baru balik modal. Padahal, dengan tahu BEP dari awal, kamu bisa pasang strategi lebih cerdas—mau dinaikin harga sewanya, nambah fasilitas biar cepat laku, atau pilih lokasi yang lebih prospektif.
Kalau kamu masih bingung, gampang kok. Coba aja simulasikan BEP properti kamu di efess.pro. Tinggal masukin data, langsung keluar hasilnya. Praktis, gratis, dan bikin kamu lebih yakin ambil keputusan.
Karena di bisnis properti, waktu adalah uang—dan tahu kapan balik modal itu kunci cuan yang sebenarnya.
Kalo mau langsung take action, bisa beli rumah kos yang sudah terisi, jadi nggak perlu repot, dan bisa cek di delta.properti.com
